Konflik 50:50 (Bab 9 Gagal Paham)
Bab 9 Gagal Paham Perasaan merasa "kecil" itu merayap dari ujung kaki hingga ke dadanya, membuatnya merasa sesak. Di mata Bima, kehadiran empat lelaki ini bukan sekadar rekan kerja baru bagi Alin, melainkan ancaman eksistensial. Tradisi patriarki yang mengakar di kepalanya—yang mengatakan bahwa lelaki harus selalu menjadi yang terkuat dan paling dominan agar bisa dicintai—kini menjadi bumerang yang mematikan. Ia melihat Alin melirik ke arahnya dan tersenyum tulus, namun Bima justru memalingkan wajah. Ia merasa senyum Alin hanyalah bentuk belas kasihan seorang wanita dewasa kepada "lelaki kecil" yang malang...




